
Jakarta, GOCifstats Indonesia
—
Kondisi kesehatan
Ruben Onsu
disebut menurun di tengah usahanya mendapatkan hak asuk kedua anaknya dari Sarwendah, yang sekaligus memperpanjang drama perseteruan mantan pasangan tersebut.
Hal itu diungkap eks manajer yang juga sahabatnya, Nanda Persada, yang baru menemui Ruben setelah presenter tersebut pulang umrah pada pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ruben, aku lihat dia banyak pikiran ya. Banyak pikiran, terlihat stres juga. Terlihat kurang sehat, dan capek,” kata Nanda seperti diberitakan
detikHot
pada Minggu (5/7).
“Dia juga bilang semalam, ‘Gue capek dengan kayak begini ini. Hal yang tidak membuat gue bangga, tidak membuat gue senang, malah sedih’, dia bilang harus melakukan cara seperti ini,” paparnya.
“Pokoknya dari segi mental dan fisik deh. Kayak capek banget begitu Ruben,” kata Nanda.
“Dia terpaksa bertindak ini ya, speak up di medsos karena merasa komunikasi tidak bisa berjalan dengan baik. Terus banyak juga hal-hal yang harus dijelaskan ke publik akhirnya,” lanjutnya.
Sarwendah dan Ruben Onsu kini tengah berebut hak asuh anak. Ini menjadi drama terbaru mantan pasangan suami-istri tersebut setelah sempat adu perseteruan selama beberapa waktu terakhir.
Perseteruan rebutan hak asuh anak ini jadi yang pertama kalinya buat mantan pasangan tersebut, mengingat ketika berpisah pada 2024, Sarwendah dan Ruben Onsu tidak meributkan soal hak asuh kedua anak mereka.
Gugatan ini diajukan Ruben Onsu setelah dirinya merasa tidak mendapatkan haknya sebagai ayah terkait pengasuhan yang sudah disepakati saat Ruben dan Sarwendah bercerai, yakni waktu bersama anak 2-3 hari sepekan.
Karena berbulan-bulan tidak mendapatkan haknya dan merasa dipersulit Sarwendah, Ruben kemudian menghentikan pengiriman nafkah buat anak-anak mereka sebesar Rp200 juta per bulan yang membuat Sarwendah protes di depan publik.
Gugatan tersebut diajukan ke Pengadilan Negeri pada 30 Juni 2026, sehari sebelum Ruben kembali ke Indonesia pada 1 Juli 2026. Atas pengajuan tersebut, sidang pertama akan digelar pada 15 Juli 2026.
Poin utama dalam gugatan ini berpusat pada hak Ruben Onsu untuk mendapatkan quality time bersama anak-anaknya secara rutin tanpa hambatan, yakni selama dua hingga tiga hari dalam sepekan.
Selain persoalan pembagian waktu pertemuan, gugatan ini juga dilayangkan karena adanya kekhawatiran mendalam dari Ruben Onsu mengenai indikasi pemanfaatan anak untuk aktivitas komersial di media sosial.
Pertimbangan lainnya adalah kekhawatiran atas situasi lingkungan pengasuhan saat ini yang dinilai kurang kondusif bagi perkembangan anak.
(end)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video GOCifstats]
Baca lagi: Berapa Biaya Nikahan Taylor Swift-Travis dan Kenapa di Madison Square?
Baca lagi: Komdigi Targetkan RI Punya Kecepatan Internet 100 Mbps 2 Tahun Lagi
Baca lagi: Keluarga Dokter Icha Akan Penuhi Panggilan BKD DPRD TTU Hari Ini




14 Responses
Desain argumennya begitu dinamis, menjauhkan pembaca dari kejenuhan linier yang membosankan https://www.kufirst.center.ku.ac.th/innolab-forum-food-for-the-future-elderly-food/ saya jadi senang membaca nya kembali
Keren ulasannya! Singkat, padat, jelas. Bagi temen-temen yang pengen tahu lebih detail, web https://www.sitelike.org/similar/steverydz.com/ juga punya artikel yang relate banget.
Penulis sukses mengidentifikasi titik lemah umum dan memberikan formula http://www.kufirst.center.ku.ac.th/02042020/perbaikan yang instan serta jitu
Kiat yang dibagikan memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi jika diterapkan secara konsisten https://www.kufirst.center.ku.ac.th/coe_ku_28042565_pic/ artikel ini memang menarik
Artikel ini menyajikan jalan pintas yang legal dan cerdas untuk mencapai hasil kerja yang maksimal https://www.kufirst.center.ku.ac.th/fi_24012020/ cocok dengan pemikiran saya
Sebuah karya yang merefleksikan dedikasi tinggi penulisnya dalam melakukan riset mendalam https://nyc.streetsblog.org/2015/02/27/the-enormous-promise-of-a-carbon-tax-and-dividend
Bahasanya lugas, tegas, namun tetap sopan.https://magic.ly/asikinlau/Ragam-Gunung-Api-Aktif-di-Indonesia
Makasih udah di-share ilmunya, ini bermanfaat banget buat pemula. Sekadar berbagi aja, situs https://ko.wikipedia.org/wiki/%EB%AF%BC%EC%A3%BC%EB%85%B8%EB%8F%99%EB%8B%B9_(2000%EB%85%84_%EB%8C%80%ED%95%9C%EB%AF%BC%EA%B5%AD) juga mengupas masalah ini dari angle yang cukup lengkap.
Keren ulasannya, daging semua! Pas banget nih, barusan gw juga baca materi yang sepemahaman di https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=304200 lumayan buat bahan bacaan ekstra.
Penjelasannya asik dan gampang dicerna. Kalau ada yang lagi nyari bahan perbandingan atau insight lain soal topik ini, link https://kldp.org/comment/262790 ini juga sangat direkomendasikan.
Nambah wawasan baru banget setelah baca tulisan ini.https://www.coinbase.com/pt-br/converter/sex/ngn
Argumen yang dibangun dari awal sampai akhir sangat kuat.https://www.coinbase.com/de/converter/sex/std
Jempolan banget artikelnya!https://www.coinbase.com/fr/converter/sex/sgd
Penjelasan di sini gampang banget dicerna dan to the point. Kalau ada yang mau cari sudut pandang tambahan seputar tema ini, coba deh mampir ke https://kldp.org/comment/352025 juga.