
Jakarta, GOCifstats Indonesia
—
Katy Perry
menyembur Gedung Putih karena menggunakan lagunya, Firework (2010), dalam unggahan TikTok yang menampilkan cuplikan serangan militer.
Video tersebut yang diunggah ke akun TikTok resmi Gedung Putih pada Kamis (23/7) itu menyelaraskan lirik lagu dengan klip ledakan bom dengan keterangan “Iran telah diperingatkan.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya sangat terkejut dan marah melihat Firework digunakan di akun TikTok @WhiteHouse sebagai musik latar untuk cuplikan video serangan militer,” tulis Perry dalam unggahan di media sosial, Sabtu (24/7). “Saya tidak menyetujui ini, saya tidak diminta, dan saya sama sekali tidak membenarkannya.”
“Saya menulis lagu ini untuk menjadi lagu harapan, penyembuhan, dan kekuatan batin bagi orang-orang yang sedang melewati momen-momen tergelap dalam hidup mereka,” lanjutnya.
“Melihat pesan tentang harga diri dan peningkatan diri dipersenjatai untuk mengiringi kehancuran dan kekerasan adalah pelanggaran total terhadap semua yang diwakili lagu saya. Musik saya adalah untuk menyatukan orang, bukan untuk merayakan peperangan.”
Variety menyebut unggahan Gedung Putih itu muncul saat pemerintahan Trump tampaknya menunda ancaman eskalasi besar-besaran terhadap Iran, sementara negosiasi terus berlanjut meskipun pasukan AS tetap berada di posisi siaga untuk serangan lebih lanjut.
Trump mengatakan Washington “siap siaga” tetapi “tidak terburu-buru”. Ia mengklaim Teheran jadi lebih serius tentang kemungkinan kesepakatan. Pada saat yang sama, Komando Pusat AS terus menyerang target rudal, maritim, dan nuklir Iran.
Katy Perry jadi salah satu dari banyak artis yang mengecam pemerintahan Trump atas penggunaan lagu-lagu mereka tanpa izin untuk video politik dan seringkali kekerasan, selain untuk kampanye politik.
Pada Juni 2026, Ariana Grande mengecam Gedung Putih karena menggunakan lagu Bye (2024) miliknya dalam unggahan TikTok yang menggambarkan agen ICE menangkap dan memborgol orang-orang.
Sabrina Carpenter, Olivia Rodrigo, Celine Dion, Neil Young, dan Rolling Stones juga mengkritik Donald Trump karena menggunakan lagu-lagu mereka untuk menggalang dukungan bagi tujuan yang tidak mereka setujui.
[Gambas:Twitter]
(end)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video GOCifstats]
Baca lagi: Direktur Perseroan RANS Milik Raffi Ahmad Mundur
Baca lagi: FOTO: Harta Karun Emas Era Bizantium Terungkap di Dasar Laut Kroasia
Baca lagi: Zelensky Klaim Korea Utara Kirim 30 Ribu Pasukan Baru Bantu Rusia




One Response
Tulisannya rapi dan penyampaian poin utamanya langsung to the point tanpa bertele-tele. Terima kasih atas ilmunya! Untuk tambahan data pendukung yang searah, tautan di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F296942681_htm ini lumayan oke buat dicek.