
Jakarta, GOCifstats Indonesia
—
Komedian
sekaligus aktor Simson Rarameha Ngadang atau yang terkenal dengan nama Temon meninggal dunia pada Minggu (12/7) pukul 08.42 WIB.
Kabar duka tersebut telah dikonfirmasi oleh asisten Temon, Febry, meski penyebabnya belum dipastikan pihak keluarga.
“Iya tadi pagi. Sekarang masih di rumah sakit. Waktunya belum tahu,” ungkap Febry, seperti diberitakan
Detikhot
.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi mengenai meninggalnya Temon lebih dulu beredar melalui pesan singkat yang diterima sejumlah awak media. Dalam pesan itu disebutkan, Temon mengembuskan napas terakhir pada pukul 08.42 WIB.
Febry menyampaikan sang komedian memang meninggal dunia pada pagi hari. Namun, ia belum dapat memastikan penyebab pasti wafatnya Temon.
“Belum tahu pasti, tapi emang ada darah tinggi,” ujar Febry singkat.
Diketahui, Temon memiliki riwayat penyakit darah tinggi. Kabar terbaru, jenazahnya sudah dibawa dari rumah sakit ke rumah duka di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, untuk disemayamkan sebelum prosesi selanjutnya dilakukan oleh pihak keluarga.
Temon dikenal sebagai komedian yang telah lama malang melintang di industri hiburan Tanah Air. Ia memulai karier sebagai penyiar radio sebelum akhirnya merambah dunia akting dan komedi.
Namanya makin populer setelah membintangi sitkom Abdel dan Temon Bukan Superstar bersama Abdel Achrian.
Lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu juga sempat menjajal dunia tarik suara. Pada 2014, ia merilis singel berjudul Raja Disko.
Sepanjang kariernya, Temon turut membintangi berbagai film layar lebar, serial televisi, dan program komedi yang membuatnya akrab di hati masyarakat.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia hiburan Indonesia. Sosok Temon dikenang sebagai komedian yang telah menghibur publik selama puluhan tahun.
(rti)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video GOCifstats]
Baca lagi: Elektronik Diskon Gede di Transmart Full Day Sale, Ini Daftar Harganya
Baca lagi: Red Bull Racing Luncurkan Livery Baru untuk F1 2026
Baca lagi: Pria Dibunuh Gegara Messi Gagal Penalti saat Lawan Mesir




4 Responses
Artikel ini menawarkan dekonstruksi ide yang sangat rapi, membuat benang merah persoalan terlihat benderang. https://coursework.uma.ac.id/index.php/psikologi/issue/view/9
Artikel ini sukses menggeser paradigma lama saya dan memberikan fondasi pemahaman yang jauh lebih kokoh https://movio.beniculturali.it/asancona/fieremercatimarche/index.php?pageId=108
Analisis multi-aspek yang Anda terapkan membuat artikel ini memiliki daya tahan argumentasi yang sangat kuat dari berbagai macam kritik balik https://total-cbd-gummies-effective-solution.webflow.io/
Pemaparan dalam artikel ini sangat terstruktur dan menambah wawasan saya secara signifikan. Sebagai referensi komparatif, tautan https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=299861 juga menyajikan kajian yang selaras dan patut untuk disimak.