
Jakarta, GOCifstats Indonesia
—
Keputusan produser kenamaan Max Martin bersama Shellback untuk menjual katalog musik mereka dinilai bisa memengaruhi kendali yang dimiliki
Taylor Swift
pada lagu karya mereka bersama.
Swift bersama Martin dan Shellback sudah merilis sejumlah album bersama dan menghasilkan berbagai lagu hit, seperti Blank Space, Shake It Off, Style, hingga The Fate of Ophelia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga pada 24 Juni 2026, Max Martin bersama penulis lagu kolektif Wolf Cousins yang juga menaungi Shellback, mengumumkan kemitraan strategis atau menjual katalog mereka kepada HarbourView Equity Partners.
“HarbourView tidak akan mengendalikan master rekaman Swift secara umum,” kata pengacara hiburan Bradfield Biggers, seperti diberitakan Page Six pada Kamis (25/6).
“Tetapi untuk lagu-lagu tertentu dalam katalog, mereka dapat memiliki hak persetujuan atau pengaruh yang signifikan yang memengaruhi bagaimana Swift dapat menggunakan rekaman tersebut dalam konteks tertentu,” kata Biggers.
Menurut Biggers, tergantung pada apa yang menjadi perjanjian, HarbourView Equity Partners memiliki peluang untuk menentukan penggunaan lagu-lagu tertentu yang ditulis bersama Max Martin, Shellback, atau penulis Wolf Cousins lainnya.
“Hal itu penting ketika penggunaan tertentu memerlukan izin baik untuk rekaman master maupun komposisi dasarnya, seperti penempatan dalam film atau TV, kampanye iklan, penggunaan media sosial tertentu, atau peluang sinkronisasi lainnya,” kata Biggers.
Page Six
menyebut lagu-lagu Swift yang dilaporkan termasuk dalam kesepakatan Wolf Cousins dengan HarbourView meliputi Style dari album 1989 (2014), dan …Ready for It? dari album reputation (2017).
Namun, akuisisi tersebut tidak mencakup setiap lagu Swift yang terkait dengan Wolf Cousins.
“Saya tidak akan menyebut HarbourView sebagai mitra kubu Swift,” kata Biggers. “Tetapi dengan mengakuisisi hak atas lagu-lagu yang terkait erat dengan katalog dan warisan budaya Swift, HarbourView kini terhubung secara ekonomi dengan bagian penting dari ekosistemnya.”
“Seiring Swift terus mengembangkan mereknya dan memperkuat posisinya sebagai artis pop legendaris, HarbourView akan mendapat manfaat dari nilai abadi lagu-lagu tersebut dan evolusi Swift dari bintang generasi menjadi tokoh abadi dalam sejarah musik pop,” kata Biggers.
Variety menyebut sejumlah sumber mengatakan bahwa harga akuisisi berada di kisaran angka sembilan digit rendah, tapi HarbourView tidak mengkonfirmasi dan tidak akan mengungkapkan ketentuan kesepakatan tersebut.
Max Martin yang bernama asli Karl Martin Sandberg dan Shellback yang bernama asli Karl Johan Schuster, mendirikan kolektif Wolf Cousins pada 2010-an.
Perusahaan tersebut menaungi sejumlah penulis lagu populer seperti Ilya Salmanzadeh, Oscar Holter, Tove Lo, Ludvig Söderberg, dan banyak lagi.
(end)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video GOCifstats]
Baca lagi: 1.000 Pekerja Minyak Norwegia Kena Lockout, Produksi Terancam Anjlok
Baca lagi: Putin Janji Jaga Keamanan Rusia di Tengah Serangan Balasan Ukraina
Baca lagi: PDUI Perkuat Peran Dokter Umum lewat Kerja Sama dengan CT ARSA




4 Responses
Mantul min artikelnya, ngebuka wawasan banget. Oiya, buat yang mau explore lebih jauh soal ini, coba meluncur ke https://doodleordie.com/profile/bong88living/descriptions deh, lengkap parah!
saya akan merekomendasikan artikel ini sih , keren banget https://www.kufirst.center.ku.ac.th/food-talks-2-by-fiku-live/
Tulisan yang mengedukasi dan membuka perspektif baru bagi pembacanya. Bila berkenan, kunjungi pula https://vulners.com/cve/CVE-2010-1592 yang mengulas diskursus terkait dengan cukup tajam.
banyak pelajaran yang sangat sangat berarti sekali disini http://www.kufirst.center.ku.ac.th/author/webmaster/page/54/