The King’s Warden Tumbangkan Rekor Extreme Job di Korea

Jakarta, GOCifstats Indonesia

The King’s Warden

jadi film paling banyak ditonton kedua dalam sejarah perfilman Korea. Showbox selaku distributor mengumumkan film itu telah menarik penonton kumulatif sebanyak 16,28 juta hingga Sabtu (11/4) pagi.

Angka itu, seperti diberitakan

Kantor Berita Yonhap

pada Sabtu (11/4), cukup untuk melampaui 16,26 juta penonton yang dicatat oleh film komedi aksi Extreme Job (2019) dan menjadi pemegang posisi kedua sebelumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dewan Perfilman Korea belum merilis jumlah penonton The King’s Warden pada 11 April. Jumlah itu baru bisa diketahui pada Minggu (12/4).

Namun, angka dari distributor itu membuat The King’s Warden kini hanya berada di belakang film epik perang The Admiral: Roaring Currents (2014) yang memegang rekor film Korea terlaris sepanjang masa dengan 17,6 juta penonton.

Nasib film ini dapat menutup kesenjangan jumlah penonton dengan The Admiral: Roaring Currents masih belum pasti. The King’s Warden sudah beberapa kali kehilangan posisi puncak box office harian.

[Gambas:Video GOCifstats]

Ia sempat disalip Project Hail Mary yang dibintangi Ryan Gosling dan menjadi fenomena baru di box office Amerika Utara.

Pada Jumat (10/4), The King’s Warden juga menduduki peringkat ketiga di box office lokal dengan 38.000 tiket terjual, di belakang film horor misteri Salmokji dengan 111.000 tiket dan Project Hail Mary dengan 56.000 tiket.

Namun, dalam hal pendapatan box office, The King’s Warden sesungguhnya sudah jadi film dengan pendapatan terbesar, menghasilkan 156,9 miliar won, jauh di atas The Admiral: Roaring Currents yang mengumpulkan 135,7 miliar won.

Disutradarai Jang Hang-jun, The King’s Warden membayangkan kembali peristiwa sejarah melalui lensa fiksi tentang masa-masa Raja Danjong diasingkan.

The King’s Warden menceritakan persahabatan tak terduga antara kepala desa Eom Heung-do (Yoo Hae-jin) dan Raja Danjong (Park Ji-hoon) yang digulingkan dari Dinasti Joseon (1392-1910) selama pengasingan.

Film ini mendapat pujian atas penampilan para pemainnya yang luar biasa, memungkinkan penonton terhubung secara mendalam dengan penderitaan raja muda dan penduduk desa yang sepenuh hati mendukungnya

The King’s Warden juga menuai review positif atas penggambaran lokasi pengasingan yang nyata, di antara hal-hal lainnya.

(chri)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Purbaya Buka Suara Soal Kabar Caplok PNM Ditukar dengan Geo Dipa

Baca lagi: KPK Amankan Uang Tunai dalam OTT Bupati Tulungagung

Baca lagi: Jogja Run D-City 2026 Siap Digelar 24 Mei, Sajikan Rute Ikonik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: