
Jakarta, GOCifstats Indonesia
—
Dunia hiburan Indonesia kembali kehilangan salah satu sosok lawas yang dikenal luas lewat karya-karya komedi di televisi.
Komedian
Temon
wafat pada Minggu (12/7) pagi dan langsung memunculkan
kabar duka
di kalangan rekan artis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar duka ini sudah dikonfirmasi langsung oleh asisten Temon, Febry. Ia membenarkan bahwa sang komedian mengembuskan napas terakhir pada pukul 08.42 WIB di rumah sakit.
Temon diketahui memiliki riwayat darah tinggi atau hipertensi. Namun, Febry belum dapat memastikan penyebab pasti wafatnya Temon.
“Belum tahu pasti, tapi emang ada darah tinggi,” ujar Febry, seperti diberitakan
Detikhot
.
Jenazah pun langsung dibawa ke rumah duka di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, untuk disemayamkan sebelum prosesi selanjutnya dilakukan oleh pihak keluarga.
Komedian sekaligus aktor yang bernama lengkap Simson Rarameha Ngadang ini, lahir pada 28 Desember 1966.
Meninggal di usia 59 tahun, ia lebih dikenal dengan nama panggung Temon atau Temon Templar. Kariernya di dunia hiburan Indonesia sudah dimulai sejak awal 1990-an.
Lulus dari SMA Negeri 3 Jakarta pada 1985, Temon melanjutkan pendidikan di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Ia pun meraih gelar Sarjana Psikologi pada 1995. Dengan ijazah dan gelar Sarjana Psikologi ini, Temon sempat bekerja sebagai HRD dan pernah praktik di rumah sakit jiwa.
Adapun kariernya di dunia hiburan dimulai jauh sebelum lulus kuliah. Ia menjadi penyiar di Radio SK pada 1992. Lalu ia akhirnya menekuni dunia komedi dan seni peran.
Namanya pun makin bersinar setelah membintangi serial komedi berjudul “Abdel dan Temon Bukan Superstar” bersama Abdel Achrian pada tahun 2008.
Berkat popularitas serial ini, Abdel dan Temon kembali hadir dalam serial lain “Abdel dan Temon Masih Bukan Superstar” dan “Bukan Abdel dan Temon Biasa” pada 2009. Lalu pada 2018, mereka kembali membintangi serial “Abdel dan Temon Reunian.”
Temon juga berkiprah di layar lebar. Beberapa judul film yang ia bintangi, antara lain Comic 8: Casino Kings Part 1 (2015), Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 (2016), dan KNK: Santa Claus dari Jakarta? (2021).
Selain berakting, Temon juga sempat mencoba dunia tarik suara dengan merilis single “Raja Disko” pada 2014.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia hiburan Indonesia. Sosok Temon dikenang sebagai komedian yang telah menghibur publik selama puluhan tahun.
(rti)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video GOCifstats]
Baca lagi: Makin Panas, Menara Komunikasi Iran Dihantam Amerika Serikat
Baca lagi: Cerita Zendaya Terdiam di Hari Pertama Syuting The Odyssey



5 Responses
Artikel ini menawarkan dekonstruksi ide yang sangat rapi, membuat benang merah persoalan terlihat benderang. https://coursework.uma.ac.id/index.php/psikologi/issue/view/9
Tulisan ini memberikan amunisi intelektual yang sangat berharga untuk menghadapi tantangan zaman https://caramellaapp.com/cawex95855/RHTLJnqKR/slimz-keto-gummies-reviews-2023-don-t-buy-until-you-read
Mantul min artikelnya, ngebuka wawasan banget. Oiya, buat yang mau explore lebih jauh soal ini, coba meluncur ke https://kldp.org/comment/279591 deh, lengkap parah!
Penjelasannya asik dan gampang dicerna. Kalau ada yang lagi nyari bahan perbandingan atau insight lain soal topik ini, link https://kldp.org/comment/351993 ini juga sangat direkomendasikan.
Terima kasih atas informasinya, ulasan di atas sangat membantu saya memahami topik ini. Kebetulan saya juga menjumpai https://kldp.org/node/60211 yang mengupas bahasan sejenis dengan mendetail.